Pokok kandungan Al-Qur'an secara garis besar, meliputi akidah,
ibadah dan muamalah, akhlak, hukum, kisah umat terdahulu, serta isyarat
pengembangan pengetahuan dan teknologi.
A. Akidah
Kandungan Al-Qur'an yang terpenting adalah akidah, yang biasa disebut
ushul ad-din (pokok-pokok agama). Hal itu tidak berarti persoalan-persoalan
lain dalam al-Qur'an dianggap tidak penting. Akidah sendiri tidaklah cukup
apabila tidak disertai dengan aspek lain. Akidah merupakan fondasi yang kukuh,
diatasnya ditegakkan bangunan syariat. Jika akidah dianggap sebagai fondasi,
syariat adalah bangunannya. Jika akidah dipandang sebagai batang, syariat
adalah cabang dan rantingnya. Dengan demikian, tidak berarti keberadaan syariat
tanpa adanya akidah. Atas dasar prinsip itu, dapat dikatakan bahwa syariat
tidak akan mampu memantulkan cahayanya tanpa berada dalam naungan akidah.
Akidah adalah keyakinan atau kepercayaan. Akidah Islam merupakan
suatu kepercayaan yang diyakini kebenarannya dengan sepenuh hati oleh setiap
muslim. Dalam Islam, akidah bukan hanya sebagai konsep dasar yang ideal untuk
diyakini dalam hati seorang muslim. Akan tetapi, akidah atau kepercayaan yang
diyakini seorang muslim itu harus dimanifestasikan dalam amal perbuatan dan
tingkah laku sebagai orang beriman. Ia harus mampu mewujudkan keimanannya dalam
amal perbuatan yang baik (amal saleh) dan tingkah laku yang terpuji (al-akhlaq
al-karimah) seperti yang diajarkan Allah swt.
Berbicara tentang akidah, tidak dapat dipisahkan dari tauhid
(konsep pengesahan Allah). Tauhid adalah salah satu hak Allah swt, dari
sejumlah hak-Nya. Tauhid telah diajarkan Allah sejak Nabi Adam a.s. hingga Nabi
Muhammad saw. Namun, kenyataannya tidak sedikit manusia yang menyimpang dari
ajaran tauhid ini.
POkok-pokok keimanan yang harus diyakini menjadi akidah Islam telah
dijelaskan dalam Al-Qur'an, antara lain sebagai berikut.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah yang
maha Esa. Allah tempat meminta segala sesutu, (Allah) tidak beranak dan tidak
pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia" (Q.S.
Al-Ikhlas: 1-4)
Artinya: "Dan Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak
ada Tuhan selain Dia, yang maha pengasih, Maha penyayan. (Q.S. Al-Baqarah:
163)
B. Ibadah dan Muamalah
Kandungan penting kedua Al-Qur'an adalah ibadah dan muamalah.
Menurut Al-Qur'an , tujuan utama dari pencipta jindan manusia di muka bumi
adalah agar mereka beribah kepada Allah, sebagaimana yang dijelaskan dalam
firman Allah swt, sebagai berikut ini.
Artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
agar mereka beribadah kepada-ku”. (Q.S. Az-Zariyat: 56)
Berdasarkan kandungan ayat diatas, setiap manusia harus menyatakan
penghambaannya kepada Allah swt. Hanya kepada-Nya manusia beribadah dan memohon
pertolongan. Ikrar yang dimaksud adalah sebagaimana dalam tertuang dalam
Al-Qur'an Surah Al-Fatihah Ayat 5.
Artinya: "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya
kepada Engkaulah kami memohon pertolongan”. (Q.S. Al-Fatihah: 5)
Ikrar itu selalu diucapkan pada setiap rakaat, ketika umat islam
melakukan shalat. Manusia, selain sebagai makhluk pribadi, juga sebagai makhluk
sosial. Dalam kehidupannya, manusia memerlukan berbagai kegiatan dan hubungan
atau komunikasi. Komunikasi dengan Allah disebut Habluminallah, sepergi shalat,
membayar zakat, dan ibadah lainnya. Hubungan manusia dengan manusia disebut
habluminannas, seperti silaturahmi, jual beli, transaksi dagang dan kegiatan
kemasyarakatan lainnya. Kegiatan-kegiatan seperti itu disebut muamalah.
Dalam Al-Quran banyak diterangkan tentang cara bermuamalah, antara
lain Surah Al-Baqarah ayat 282.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu
melakukan hutang-piutang untuk waktu yang ditentukan hendaknya kamu
menuliskannya, dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan
benar (Q.S Surat Al-Baqarah ayat 282)
Berdasarkan ayat diatas, dapat dipahami bahwa kegitan ibadah akan
menuntun manusia bertaqwa. Terutama, jika kita memahami fungsi ibadah, seperti
shalat. Shalat berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Selain
ikhlas melaksanakan semua perintah Allah, orang yang bertaqwa juga harus rela
menjauhkan diri hal-hal yang dilarangnya.
C. Akhlaq
Akhlaq, yang dalam bahasa indonesia dikenal sebagai istilah etika
atau moral, merupakan salah satu kandungan Al-Quran yang sangat mendasar,
urgensi ajaran akhlak, antara lain dapat dipahami dari pernyataan Nabi Muhammad
saw berikut ini:
Artinya: "Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus Allah untuk
membangun akhlak mulia”. (H.R. Bukhari dan Ahmad)
Mengingat diantara tujuan utama dari keRasulan Muhammad saw. adalah
untuk menyempurnakan akhlak, tepatlah jika didalam Al Quran kita jumpai
sejumlah ayat yang mengatur masalah akhlak. Dengan demikian, dapat dikatakan
bahwa sumber akhlak yang paling utama dalam islam adalah Al-Quran. Aisyah Ra
ketika ditanya salah seorang sahabat tentang akhlak Rasulullah saw. dengan
tegas ia menjawab bahwa (Sumber) akhlak Rasulullah saw. adalah Al-Quran.
Akhlak, disamping memiliki kedudukan penting bagi kehidupan manusia
juga menjadi barometer bagi kesuksesan seseorang dalam melaksanakan tugasnya.
Nabi Muhammad saw. berhasil melakukan tugasnya menyampaikan risalah islamiyah,
antara lain disebabkan memiliki komitmen yang tinggi dalam akhlak. Ketinggian
akhlak beliau itu dinyatakan Allah dalam Al-Quran sebagai berikut
artinya: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi
pekerti yang luhur”. (Q.S Surat
Al-Qalam ayat 4)
Dalam ayat lain Allah swt menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah
manusia yang pantas jadi teladan (Uswah Hasanah)
Artinya : "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan yang baik mengingat Allah”. (Q.S Al-Ahsab ayat
21)
D. Hukum
Telah ada kesepakatan dikalangan umat Islam bahwa suber hukum yang pertama dalam islam
adalah Al-Quran. Al-Quran memuat sejumlah ketentuan hukum dan sekaligus juga
menyinggung kaidah-kaidah umum pembentukannya. Tujuannya adalah terwujudnya
tata kehidupan yang aman, damai, sejahtera, bahagia, adil dan makmur serta
selamat di dunia dan akhirat.
Secara garis besar, Al-Quran mengatur beberapa ketentuan tentang
hukum perkawinan, hukum waris, hukum perjanjian, hukum perdata dan pidana,
prinsip disiplin dan musyawarah, hukum-hukum perang, serta hukum hubungan antar
bangsa (International). Dibawa ini beberapa ayat yang berkenaan dengan
hukum-hukum tertentu:
1.
Hukum
perkawinan disebutkan dalam alquran, antara lain Surah Al-Baqarah ayat 221;
Al-Maidah ayat 5; An-Nisa ayat 22 23 24; An-Nur ayat 2; Al-Mumtahana ayat 10-11
2.
Hukum
waris disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah An-nisa ayat 7-12 dan 176;
Al-Baqarah ayat 180; Al-Maidah ayat 106.
3.
Hukum
perjanjian disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah Al-Baqarah ayat
279,280, dan 282; Al-An-Fal ayat 56 dan 58; At-Taubah ayat 4.
4.
Hukum
pidana disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah Al-Baqarah ayat 178;
An-Nisa ayat 92-93; Al-maidah ayat 38; Yunus ayat 27; Al-Isra ayat 33;
Asy-Syuarah ayat 40.
5.
Prinsip
musyawarah disebutkan dalam Al-Quran antara lain Surah Al-Imaran ayat 159 dan
Asy-Syurah ayat 38.
6.
Hukum
perang disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah Al-baqarah ayat 190-193;
Al-Anfal ayat 39 dan 41, At-Taubah ayat 5, 29, 123; Al-Hajj ayat 39 dan 40.
7.
Hukum
antara bangsa disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah Hujurat ayat 13.
Beberapa contoh ayat Al-Quran yang mengatur tentang ketentuan
hukum-hukum tersebut antara lain sebagai berikut
Artinya "Sungguh, kami telah menurunkan kitab (Al-Quran)
kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia
dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, Dan janganlah engkau menjadi
penentang orang yang tidak bersalah karena membela orang yang khianat”.
(Q.S An-Nisa ayat 105)
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! sesungguhnya
minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak
panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung”. (Q.S Al-Maidah ayat 90)
E. Kisah-Kisah Ummat Terdahulu
Kisah merupakan kandungan lain dalam alquran. Al-Quran menaruh
perhatian terhadapat kisah yang ada didalamnya. Bahkan, di dalamnya terdapat
satu surah yang dinamakan surat Al-Qasas. Bukti yang lain, hampir semua surah
dalam alquran memuat tentang kisah.
Kisah-kisah para Nabi dan Ummat terdahulu yang diterangkan dalam
alquran, antara lain sebagai berikut:
Artinya "Telah kami binasakan kaum Nuh ketika mereka
mendustakan para Rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita)
mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan kami telah sediakan bagi orang-orang
dzalim azab yang pedih dan telah kami binasakan kaum 'ad dan samud dan penduduk
rass dan banyak (lagi) generasi diantara (kaum-kaum) itu. Dan masing-masing
telah kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah kami hancurkan
sehancur-hancurnya (Q.S Al-Furqan ayat 37-39)
Dari ayat-ayat diatas, dapat dipahami bahwa kita diperintahkan
mengambil pelajaran dari kisah-kisah orang terdahulu. Kaum Nuh ditenggelamkan
Allah swt karna menentang dan tidak mau percaya dengan ajaran yang dibawa Nabi
Nuh as. Kaum Samud dan Kaum 'Ad serta kaum rass dibinasakan juga karena
menentang pada ajaran nabinya. Sejak dahulu orang dzalim tidak akan menemui
kejayaan, bahkan diancam siksa yang sangat pedih.
F. Isyarat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi
Dalam alquran banyak ditemukan dorongan untuk mengetahui ilmu
pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan ummat manusia. Bahkan, ayat
alquran yang pertama turun pun, mengisyaratkan
pentingnya strategi memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi dengan
cara membaca alam ciptaan Tuhan. Dorongan untuk menguasai iptek antara lain
disebutkan ayat-ayat sebagai berikut.
Artinya: "Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang
diturunkan Tuhan kepadamu sama dengan orang yang buta? Hanya orang yang berakal
saja yang dapat mengambil pelajaran”. (Q.S Ar-Rad ayat 19)
Artinya: "katakanlah "apakah sama orang-orang yang
mengetahui dengan orang-orang tidak mengetahui? sebenarnya hanya orang yang
berakal sehat yang dapat menerima pelajaran”. (Q.S Az-zumar ayat 9)
Alquran banyak mengimbau manusia untuk menggali dan mengembangkan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain kedua ayat diatas masih banyak lagi
dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi yang diisyaratkan alquran, seperti
dalam kedokteran, farmasi, pertanian, astronomi yang bermanfaat bagi kemajuan
dan kesejahteraan ummat islam.
0 Comments