Mengapa Allah Tidak Kabulkan Doa Kita?
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي
قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي
وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah
mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Setiap orang pasti pernah berdoa. Doa menjadi bagian yang sangat
penting dalam kehidupan manusia. Doa memegang peranan penting untuk
kelangsungan dan perjalanan hidup manusia, untuk itu hampir di setiap
perjalanan hidup manusia, ia akan berdoa untuk melakukan segala sesuatu agar ia
memperoleh selamat dan sejahtera. Doa yang akan membawa manusia kepada petunjuk
dan jalan kebaikan.
Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba
kepada Allah SWT., sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya.
Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah SWT.
Dalam doa ada makna memuji Allah SWT., ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia
lagi Maha Pemurah. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan kepada
Allah.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, doa sendiri memiliki makna permohonan
(harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Sedangkan berdoa adalah mengucapkan
(memanjatkan) doa kepada Tuhan. Bagi umat Islam sendiri, berdoa merupakan suatu
perintah, sebagaimana dijelaskan dalam surat Ghafiir (40) ayat 60.
.وَقَالَ رَبُّكُمُ
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي
سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku
perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari
menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Ghafir: 60)
Ketika kita sudah berusaha dan berdoa tapi Allah belum juga
mengabulkan doa kita maka perlu kita tanyakan pada diri kita kenapa doa kita
tidak dikabulkan Allah? Apakah ada yang salah dengan doa kita?
Banyak orang yang berdoa melakukan perbuatan yang menyebabkan doa
mereka ditolak dan tidak dikabulkan, karena ketidaktahuan mereka tentang adab
dan beberapa syarat-syarat doa, sehingga membuat doa tersebut tidak dikabulkan.
Untuk itu agar doa-doa yang disampaikan kepada
Allah Swt menjadi maksimal dan mencapai
pengabulan dari-Nya, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Di
antaranya sebagai berikut.
Pertama : Ikhlas
هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ
إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ
“Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat
kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam” (Q.S. Ghafir (40) : 65)
Kalimat “فَادْعُوهُ (Fad'uuh)" (maka
berdoalah kepada-Nya), mencakup doa ibadah dan doa
mas’alah. Doa Ibadah maksudnya, seseorang beribadah dengan doa
itu dengan mengharap pahala-Nya dan takut kepada siksa-Nya. Sedangkan Doa
Masalah maksudnya, meminta kebutuhan. Hal ini (doa mas’alah) bisa
menjadi ibadah jika dari seorang hamba kepada Tuhannya, karena di dalamnya
mengandung rasa butuh kepada Allah Swt, kembali kepada-Nya dan meyakini bahwa Dia
Mahakuasa, Maha Pemurah lagi Mahaluas karunia dan rahmat-Nya,
Niatkanlah dalam semua ibadah, doa dan amal
saleh untuk mencari keridhaan Allah, karena ikhlas itulah yang diperintahkan
sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian Itulah agama yang lurus.” (Terj. Al Bayyinah: 5)
Kedua : Bersih dari segala yang haram
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
ذكر الرجل يطيل السفر ، أشعث أغبر ، يمد يديه إلى السماء يا رب يا رب ، ومطعمه
حرام ، ومشربه حرام ، وملبسه حرام ، وغذي بالحرام ، فأنى يستجاب لذلك . )رواه مسلم(
“Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena
lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa :
Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya
haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa
terkabulkan.?”
Hadits ini menjelaskan bahwa apa yang dimakan, yang diminum serta
segala sesuatu yang dikenakan yang bersumber dari yang haram bisa berdampak
pada tidak terkabulnya doa.
Ketiga: Memulai dengan mengagungkan Allah dan
bershalawat kepada Nabi
Dari Fadhalah bin Ubaid, sahabat Rasulullah Saw,
dia berkata “Rasulullah Saw pernah mendengar seorang laki-laki sedang berdoa
dalam shalatnya, dia tidak memuliakan Allah dan tidak membaca shalawat atas
Nabi. Maka Rasulullah Saw bersabda “Orang ini tergesa-gesa” lalu Nabi Muhammad memanggilnya
dan bersabda kepadanya dan juga kepada yang lainnya “Apabila salah seorang
diantara kalian berdoa hendaklah memulainya dengan mengagungkan dan menyanjung
Rabbnya setelah itu bacalah shalawat atas Nabi kemudian berdoalah setelah itu
dengan doa yang dikehendakinya”. (HR. Abu Daud)
Keempat : Yakin
akan dikabulkan
وعن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله
عليه وسلم قال : ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة ، واعلموا أن الله لا يستجيب
دعاء من قلب غافل لاه . )رواه الترمذي(
Dari Abu Hurairah dari Nabi Saw bersabda
“Berdoalah kepada Allah, sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian.
Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai”. (HR. At-Tirmidzi)
Kelima
: berdoa dengan berendah diri dan suara yang lembut dan tidak melampaui batas
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ .
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا
إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
“Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan berendah
diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidakmenyukai orang-orang yang
melampaui batas. Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah
amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (Q.S Al-A’raf : 55-56)
Keenam : Berdoa di waktu-waktu mustajab
Ada beberapa waktu yang mustajab yang bisa kita
gunakan untuk berdoa, diantaranya yaitu:
a.
Waktu
sepertiga malam terakhir
Rasulullah Saw
bersabda “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga
malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa
kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan,
orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari dan
Muslim)
b.
Ketika
berbuka puasa
Rasulullah Saw bersabda
”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang
yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
c.
Ketika
sedang sujud dalam shalat
Rasulullah Saw bersabda
“Seorang
hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka
perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim)
d.
Hari
Jumat
“Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian
beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika
itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan
tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari dan Muslim
dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)
e.
Diantara
adzan dan iqomah
berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam: “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak”
(HR. Tirmidzi)
f.
Ketika
adzan berkumandan
Selain dianjurkan untuk menjawab
adzan, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk
berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Doa
tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya.
Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu
saling menyerang” (HR. Abu Daud)
Ketujuh : Tergesa-gesa dan berputus asa dalam berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh sahabat Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda
لا يزال يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم ما لم يستعجل ، قيل : يا
رسول الله ما الاستعجال ؟ قال : يقول : قد دعوت وقد دعوت ، فلم أر يستجيب لي ، فيستحسر
عند ذلك ويدع الدعاء . رواه مسلم
“Seorang hamba akan senantiasa dikabulkan doanya
oleh Allah selama dia tidak berdoa yang mengandung kezaliman, tidak
memutuskan tali silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa. Kemudian ada sahabat yang
bertanya, “Apa yang dimaksud tergesa-gesa di sini, wahai Rasulullah?” Lalu
beliau menjawab, “Aku telah berdoa, aku telah berdoa, tetapi mengapa aku tidak
melihat tanda-tanda doaku dikabulkan? Sehingga dia lelah dalam berdoa dan
meninggalkan doanya tersebut” (HR. Muslim)
Dan pada hakikatnya Allah mengabulkan
permohonan hamba yang berdoa kepada-Nya. Hamba yang memenuhi segala perintah-Nya
dan menjauhi segala larangannya serta hamba yang benar-benar beriman kepada-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab.

0 Comments